Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari...
Sabtu, 30 April 2011
# MAAF belum memaafkan...
Mematahkan kejujuran, Bijak?
Ketidabergunaan, kepercumaan, tidak ada harusnya!
Probabilitas itu tak menjumpai nol, yakin aku.
Lalu, TAKUT? Ahhh,,,lihat sekarang jadinya!
Metafora lalu, Tak terkaji,
Untuk kamu, denotasi jauh lebih baik!!
Terjemahkan aku. Dari dulu, berhasil kamu.
Sebaliknya, terjemahkan kamu. GAGAL!
Retorika kosong nyatanya.
Bermotivasi—sepertinya--entahlah…apa di balik sana.
Sebenarnya.
Keberanianku pun ditangani dengan salah oleh kamu..
Kemudian, akhirnya? Tidak adalah tanpa mulai.
Menyesakkan, pastinya.
Kamu, karena kamu.
Seharusnya, seharusnya, seharusnya..
Banyak kondisi salah di sini.
Erupsi produknya…
Coba berani membuat sebuah retakan, jalan, dulu..
Keluar…
Lelehan tanpa ledakan!
Berbeda sakitnya, pasti.
Faktanya!
Sempat memiliki yang tak termiliki.
Merasakan yang tak terasa.
Dengan tidak sadar,
dan tanpa disadarkan. JAHAT.
Kata-kata, mudah terangkai pun untuk dilontarkan.
Termasuk MEMAAFKAN.
Namun, separatisme dari unsur hati ini luar biasa berdaya.
Penolakan, mencari arah dan kebijakan sendiri
Jujur, belum bisa sepertinya..MAAF...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar