Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari...
Senin, 21 Februari 2011
# Aku ini manusia..(JUGA)
GALAU, negosiasi dekonsentrasi dan tugas pembantuan pemerintah pusat dan daerah tanpa dipaksakan! Bila sanggup, katakanlah iya. Bila tidak, sebagai apa “MENYURUH itu memaksa”? Tidak ada etisnya. Saat ini, aturan itu membalik…IYA, hanya satu yang ada. Tidak ada kata yang mengantarkan kepada ke-TIDAK-an. Tak ada kuasa. harus menerima, memang ini yang telah bersarang di sini…Money follow function. Uang? petunjuk? departemen teknis? Apalah itu…yang ada hanyalah satu disini, tak ada penolakan, semakin menyebar, luas, konstruktifkah? Hmmmh…mengarah ke destruktif nampaknya. Buat apa? Ingin mengelak, mengembalikan, menetralkan, SUSAH!!! SANGAT!!!
Pagu indikatif…kau cipta mungkin. Cobalah bertanggungjawab…padankan dengan prinsip realisasi, defintif. Kenapa? seolah-olah kamu tak peka dengan itu. Kamu dan perkiraanmu, perhitunganmu sendiri. EGOIS. Liriklah sejenak yang terjadi disini, saat ini, ADA HATI.
SKP-RTD (Surat Keputusan Rincian Transfer ke Daerah), terinci…jelas, setiap provinsi, kabupaten, kota dengan bagiannya. Dibuat seadil-adilnya katanya. Untuk itu, kuminta, saat ini bertindaklah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran transfer ke daerah (DJPK). Jelas, berlatar belakang, beraturan. BERTUJUAN!!!, pasti. Ingin itu, hingga satu persatu fakta benar-benar tampak jelas tentang apa maumu, apa maksudmu. Porsi itu, tak mau hanya sebatas permainan seenaknya, merugikan, buang-buang waktu. Terlebih lagi, MENYAKITKAN.
Karena aku ini manusia (juga), terkadang…susah mencapai konsistensi untuk tidak larut dalam kebahagiaan yang berlebihan, kesedihan yang seakan-akan tak berujung. Karena satu rasa ini sangat erat dengan itu yang disebut EMOSI. Rasa yang tak seharusnya berlagak menjadi SP2D, yang seolah-olah akan menjadi muara kebahagiaan bagi proses perjalanan APBN-DIPA-(SKP-RTD)-SPP-SPM. Kenapa? ingat…daftar penerima anggaran, surat pernyataan tanggung jawab belanja, dan Arsip Data Komputer HARUS terlampir pada SPM. Pesimis disini, tak mampu, tak sanggup…harus menyusun helai demi helai fakta yang menunjukan ke arah situ. Terlalu abstrak, kau buat aku berspekulasi. Hingga semakin negatif aku menilai semuanya. Adakah rasa itu disana, rasa yang harmoni dengan disini??? Hingga terpikir olehku, lepas, hempaskan, kembali, tak perlu ada kebahagiaan itu, ini hasilnya, “TAK ADA HASIL”. Setidaknya, aku semakin mengerti bahwa inilah definisi hidup, tak jauh dari kata IYA dan TIDAK. Tidak ada ruang dan waktu yang lama untuk apa yang disebut dengan keraguan dan kegalauan. PERGI!!!-.-‘’
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar