Minggu, 06 Maret 2011

# Ini itu NYATA...


Aku Tanya sejak kapan? Sejak kapan kamu ada disini? Berani membentuk origami-origami.,,,beraneka warna dan rupa. Cepat, meradang. Sadar? Banyak kemungkinan terjadi disini. Mungkin, bentuk itu akan tetap sama..INDAH, tapi warnanya pun kusam nanti, berdebu. Kenapa? karena kau bersahabat dengan khilaf itu. MENGABAIKAN. Atau mungkin, rentang ini, kau tengah bermain di bawah sadar. Terlampau jauh. Pernah berfikir? sekeras apa kau berusaha mengembalikannya lagi, nanti, lipatan itu membekas disini. Semula seperti apa? Hebat seperti apa kamu?!!


Sebenarnya, semacam bermain rubik saja ini. mana sisimu, merah, biru, kuning, hijau, putih, orange??? Berusaha, susah aku berfikir, bisa berimpitan dengan sisimu, tapi tidak, tidak dengan tiga sisi yang lain. Bagaimana bisa? Selalu hadir sisi-sisi yang lain. Tidakah bisa kamu hanya menjadi sebuah garis lurus lalu kemudian aku tambahkan satu garis. Ya, cukup dua garis yang membentuk satu sudut. AKU dan KAMU.


Entahlah, terlalu bodoh atau bagaimana kamu. Terbentuk ini disini, di hatiku. Perasaan berbeda (NYATA). Berhasil, bekerja dgn baik feromon itu dari arahmu. Sengajakah? Tidak? Kamu yang tau!


Harusnya, kamu paham, ini SESAK!!! Menyimpan sesuatu yang aku ingin kamu memahaminya. Berjuang, keras aku memberikan sengatan-sengatan, pertanda, untuk apa? Agar kamu tau hatiku. Apa hasilnya? NIHIL. Kamu memang bodoh, atau pura-pura? JAHAT kamu! Mungkin, lebih tepatnya aku yang bodoh. Menyukai lebih dulu itu beresiko. Ya, harusnya, tidak pernah ada semua ini. Harusnya, aku paham terlalu banyak ketidakpastian dalam sikapmu. Aku telah keliru mengartikannya. Harusnya, harusnya, harusnya…lalu bagaimana sekarang??? Kembali, tolong, bantu aku kembali ke waktu dimana kenetralan itu ada.


Pergi, lelah juga aku dengan perasaan – perasaan diferensial. Cemburu, terabaikan, ingin didahulukan, merasa memiliki, ahhhh…SIAPA AKU??? Bila kamu saja tak perduli dengan ini. Tidak tau mauku. Tidak tau harus bagaimana aku. Akan membaik bila kamu tau? Setidaknya, satu hal akan pergi “KETIDAKPASTIAN”.

0 komentar: