Minggu, 09 Januari 2011

# Ketika hati ini pun memilihmu...


Tau aq bahwa aurum, argentum, dan platinum adalah lebih dari logam-logam lainnya. Tapi kamu harus tau bahwa hati ini menunjuk KAMU, hanya kamu yang termulia. Bukan aku termasuk pengagum litotes, tapi sejatinya bintang itu memanglah tidak bersinar dari arahmu. Lalu, kenapa aku melihatmu begitu terang? ataukah kau bersekongkol dengan bintang jatuh untuk hadir dalam setiap tatapan itu? Aghhhhh…mungkin inilah rasa yang lebih...

Semakin dalam aku berfikir, tentang sebuah resonansi. Dia tidak akan pernah terjadi tanpa ada getaran benda lain, ya…dengan frekuensi yang sama tentunya. Seirama pula bahwa gaung pun akan begitu..diam…tidak ada ketika memang tidak ada pemicunya. Berbeda…, ingatan tentangmu mirip dengan perselisihan pendapat penciptaan telur dan ayam, selalu menjadi topik yang tak akan pernah ada habisnya…telur? ayam? AKU? KAMU? Aghhh… semakin dipikirkan semakin tidak mengerti kenapa dan bagaimana rasa ini ada. Apakah aku dan kamu memiliki rasa yang sama? Haruskah aku perduli…tidak sepertinya...

Faktorial (!), kamu membuatku bermain-main dengan itu. Sebuah perhitungan matematis yang menakdirkan suatu angka beroperasi dengan angka sebelumnya, lalu sebelumnya, dan sebelumnya lagi sampai satu. Ya, perkalian sudah barang tentu. Tentang “kita” sekarang adalah tentang kamu hari ini, kemarin, lalu kemarinnya lagi dan sampai sejak saat sejarah ini dimulai, tidak berdusta, tidak sirna, tidak sempurna...ya, aku bahagia...

Seharusnya, kamu tahu? Semestinya aku buka mata dan telingaku lebar-lebar supaya apa yang terlihat, apa yang terdengar dan apa yang otakku proses adalah apa yang ada saat ini. Bukan KAMU, KAMU, KAMU dan hanya KAMU. Ughhhh,,,sudah gila aku tampaknya.

Ingin aku pergi ke kutub utara, bertanya kepada semua yang ada di sana, lalu berbalik ke kutub selatan dan menanyakan hal yang sama tentang aku, tentang Cinta, tentang kamu dan “kita” apakah berbeda jawabnya??? Aku berhenti dan sejenak berfikir, bahwa jarak terjauh kita adalah di sini, di titik ini juga. Ya,,,dan seketika hati ini menjawab, “AKU PUN TELAH MEMILIHMU”. ^.^

0 komentar: