Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari...
Selasa, 21 Desember 2010
# Sang otot ciliar...
LUAR BIASA,,,ya…bagiku engkau sangat luar biasa. Mungkin, tidak bagi orang lain. Terkadang aku punya pikiran begini, apa mungkin setiap manusia punya tipe retina yang berbeda-beda? Seharusnya tidak begitu, semua sama.Tapi bisa saja bayangannya disini adalah berbeda dengan apa yang diterjemahkan oleh retinamu. Tidak, retinamu tidak berbohong, bahkan dia berbohongpun tidak penting buatku. Aku juga tidak butuh verifikasi, aku tak perduli apa pendapat kalian soal ini. Karena aku hanya sedang ingin memuja satu makhluk yang telah Tuhan ciptakan untukku. Ya,,30 tahun sebelum aku ada disini. Tentu saja, tanpa dia aku tidak akan mendapatkan kesempatan ini.Tertawa, menangis, ya…kau berikan aku hidup….:)
Engkau melindungiku, selalu..itu yang kurasakan sejak dulu..Aku tahu dari tidak tahu. Siapa yang ambil bagian terbesar dalam hidupku? Tentu saja engkau. Involuntary, bahkan di saat engkau tak berniatpun, aku yakin kebaikanlah yang selalu engkau tawarkan untuku. Ya, tepat bila aku menyebutmu sebagai sang otot ciliar.
Mengatur, mengontrol dan mengawasi…terkadang aku merasa dirugikan oleh perbuatanmu itu. Namun, kini terbuka mataku. Betapa bersyukurnya aku telah menjadi bagian dari orang2 yang sangat beruntung memilikimu. Memilikimu? Upsss,,,tidak! tidak ada siapa milik siapa di semesta ini. Ya,,,mungkin lebih tepatnya “ditakdirkan untuk memiliki DNA yang sama denganmu. ” Aku tidak bebas, mungkin…tapi inilah yang aku tahu kenapa aku bisa menjadi sekarang. Menjadi sosok yang sedikit banyak mengerti apa yang dinamakan responsibility. Baik, buruk…sebenarnya hanya ada 2 hal dalam hidup ini. Lalu apa peranmu sang otot ciliar? Aku yakin kamu adalah sang pengatur fokus hidupku…Tidak, aku tidak merasa dirugikan karena aku tahu kamu selalu inginkan yang terbaik untukku. Karena baik untukku adalah baik untukmu, sedangkan buruk untukmu pasti tidak akan kau relakan buruk untukku pula. Ya, kau sungguh luar biasa.
Sang otot ciliar,,,karenamu aku jadi paham bagaimana hal-hal itu tepat untuk kujadikan keputusan, bagaimana sesuatu yang membingungkan kau jadikan sebuah kemantapan hati. Aku tak tahu apa jadinya aku bila hubungan ini tak ada. Manja! ya aku tidak bisa menolak diberi predikat itu. Aku tidak bisa menyangkal bahwa aku sangat membutuhkanmu dalam hidupku. Tapi, setidaknya aku bukan anak manja stadium akut. Aku tahu diri, atas ridhomu, aku akan terus berusaha untuk dapat melukis bayangan itu sendiri. Bayangan yang bisa mengantarkanku maju ke depan. Jelas, terang, dan pasti itu harapanku.
Saat ini, duniaku baru. Aku, si anak manja telah dilahirkan kembali. Ya,,di lingkungan yang berbeda. Dengan rutinitas yang berbeda. Dengan rekan-rekan yang berbeda, tapi satu yang akan selalu abadi, rasa ini, sebuah rasa terima kasihku selalu untukmu wahai otot ciliar…Aku tidak betah, aku tidak sabar untuk merubah fungsimu…bukan karena kau tidak kompeten terhadap jobdesc-mu. Tapi satu alasanku, ya…aku ingin berbakti terhadapmu. Aku ingin melihatmu tersenyum, aku ingin engkau merubah setiap tangismu itu. Aku ingat, bahkan mungkin aku tidak akan pernah melupakan setiap pengorbanan itu untukku. Tidak, tidak pernah ada kata “TIDAK ADA” untukku, sekalipun sangat sulit…langka aku lihat engkau tinggal diam untuk menghilangkan kata TIDAK itu untukku. Semua itu hanya untuk satu hal, kau tidak mau melihatku kekurangan. Engkau tidak tega untuk melihatku berbeda dengan yang lainnya. Alangkah beruntungnya aku.
Tidak tahu ingin menulis apalagi aku disini, yang jelas tidak terdefinisikan rasa terima kasihku untukmu sang otot ciliar.. .SELAMAT HARI IBU....:)
Label:
curhatan
Minggu, 19 Desember 2010
# KEHILANGAN
Ketika semua melambung tinggi, mungkin satu yang terlupakan…tak akan ada istilah tinggi bila rendah itu tidak ada. Ya, mungkin kamu lupa bahwa gravitasi itu pun ada.
Lalu, kutanyakan bagaimana? Bisakah netralitas terjadi bila asam dan basa pun saling membenci…buat apa ada istilah Ph???
Kamu pikir pendapatan dan beban saling berebut untuk mendapatkan sisi normalnya?,,,neraca akan kehilangan keseimbangannya…
Berikan penjelasan itu…pada saat minus dikali minus sama dengan plus, padahal plus dikali plus sama dengan plus? Apakah karena minus dikali plus sama dengan minus? Aghhh,,,bisakah kita seadil itu….
Lihatlah…!!! rapatan, renggangan, rapatan,…ada ampitudo pula disitu..
Tau kamu going concern ? prinsip itu…aku mau ada disini…Gain..Loss…arghhh… aku tak perduli,,,tapi setidaknya biarkan aku menjadi pemegang prefered stock…PRIORITAS!!! Aku mau itu…
Sekarang..saat ini,,kamu lupakan bahwa mars dan venus terlihat berdekatan dalam waktu…ya,,senja dan malam…yang kau ingat adalah bahwa bumi adalah penghalangnya..Lalu…bagaimana aku memperjuangkannya bila kau pun semakin memantapkan keraguan ini!!!
Tak perduli lagi aku pada inflasi,,,knapa? Karena deflasi pun tak selalu baik katanya…Sadar aku…mungkin saat ini dan besok hingga aku tak tahu kapan,,mungkin aku kehilanganmu…yang kupikirkan saat ini adalah bahwa kehilangan terjadi bila kita pernah memiliki…lalu apakah masih tepat bila kukatakan aku kehilanganmu??? Lalu apa namanya ini!! Entahlah…tapi yang jelas..aq takut ditinggalkan…
Label:
curhatan
Kamis, 16 Desember 2010
# Sakit ini bernama RINDU...
Kau pikir apa aku ini?
Aku bernyawa,,,bukan senyawa…
Bebas kau manipulasi,
Kau eksperimentasi aku
Reduksi, oksidasi…ya semacam itulah kiranya…
Mau bertindak sebagai oksigen,,,tereduksi?
Lalu apa jadinya? Karat, ini disini…dihatiku…
Bermain-main…naik turun..lempar tangkap,,
Rasa itu ada, tanyakan pada bola kaki bila iya bisa bicara..
Aku mau, tapi tak selalu mampu..
Coba lihat, disini butiran, bongkahan atau bahkan kepingan?
Atau mungkin semuanya?
Kau pura-pura tak beretina..
Lelah aku, ya wanita memang lemah..mungkin..
Tapi kau tahu, kekuatan itu bukan kejahatan
Tarik ulur, kau pikir satu paket?
Gila kamu, kupikir..
Warna-warni yang sadar kaubuat
Kini, prisma ini pun membangkang,,
Hanya ingin munculkan satu rasa
Sakit….ya…Sakit ini bernama RINDU..
Label:
curhatan
# The Power of Love...(untuk setiap jiwa yang bernyawa,,,:)..
Cinta,,,Tak akan bisa terdefinisi secara universal. Saya mendefinisikan cinta sbgai investasi jangka panjang permanen. Namun, bukan itu yang ingin saya selami kali ini.
Saya kembali mengatrol tema cinta dari kedudukannya yang amat mendalam. Kemudian melambungkannya dengan visi menebarkan dan memengaruhi setiap jiwa yang bernyawa karena hanya sesuatu yang tidak mengandung tanda-tanda kehidupanlah yang alpa dari rasa cinta.
Cinta, tidak pernah ia berdusta dalam memberikan efeknya. Kepuasan akan merajai ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang kita cintai, meskipun pengorbanan diharuskan untuk membawanya pada sebuah KEABADIAN.Sebaliknya, bila kita diharuskan bersekutu dengan apa yang kepadanya tak ada label cinta, niscaya keabadian tidak akan mengudara dan memamerkan eksistensinya.
Lalu, seberapa besar cinta mengumandangkan kekuatannya?
Memori saya terbuka dan merujuk pada suatu file tentang ilmu fisika "Hukum Kekekalan Energi." Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Darinya terbentuk persamaan:
Energi Mekanik (Em) = Energi Potensial (Ep) + Energi Kinetik (Ek)
Apa kaitannya dengan kekuatan cinta???Hasil pengumbaraan saya akhirnya berlabuh pada sebuah teori " Cinta hadir dengan segala keegoisannya, dia tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, tidak dapat seenaknya diatur oleh setiap indera dan tentukan kapan dan bagaimana kita mencintai atau bahkan membenci suatu hal.
Cinta layaknya Energi Potensial, dalam diam sesungguhnya energinya persiapkan kekuatan yg maha dahsyat yang suatu saat pergerakannya mampu menggelegar dan mengguncangkan dunia. Cinta menunggu stimulus2 yang dapat menggebraknya untuk bertransformasi dalam sebuah energi yang mampu membuka dan menggerakan hati yang telah mati. Seperti Energi Kinetik, cinta dapat menjadi motor dalam setiap kehendak, menggiring pada suatu keadaan yang orang sebut dengan KEBAHAGIAAN. Tanpa cinta, hanya akan terbentuk sebuah keadaan tanpa kebersamaan. Hanya akan ada sebuah kondisi tanpa makna, lalu terbentuklah histori tanpa ada istilah "saling memberi."
Janganlah mau menghasilkan sebuah keeksisan yang semu karena hanya dengan irama cintalah hasilnya mampu berikan teladan kepada setiap lini kehidupan dan menggiringnya pada sebuah kesuksesan yang tak khayal kekayaanpun terproduksi sebagai suatu hal yang bukan ditujukan untuk merendahkan orang lain bahkan menjadikan pribadi yang angkuh dan punya hati namun tak berfungsi.
Untuk setiap jiwa yang bernyawa, jangan pernah memaksakan cinta. Biarkan reksinya ditimbulkan dari kerja impuls2 syaraf sensorik dan motorik dengan bantuan syaraf penghubung tentunya. Dan peliharalah dengan indah atau biarkan saja cinta hendak kemudikan arahnya kepada rasa yang semakin menggelora atau justru tertelan dan kemudian mengalami perubahan kimiawi menjadi unsur-unsur yang tidak akan ikut berpartisipasi lagi dalam romansa kehidupan.
Percayalah seperti kata pepatah, "Mati satu tumbuh seribu" Cinta akan selalu ada dan selimuti hati kita. Bahkan bangkainya sekalipun dapat menumbuhkan tunas-tunas cinta dengan kuantitas dan kualitas yang jauh lebih kuat, lebih besar dan lebih matang, jika kita mau terus memahami makna cinta tentunya.
Untuk setiap hal yamg kemarin, sekarang, atau besok turut mngisi persen-persen di hatiku, LUV U ALL......^.^ entah bagaimana caranya saya harus berterima kasih. Karena tanpa kalian saya hanya akan menjadi jiwa2 yang lemah, pasrah begitu saja pada keadaan,dan tidak mustahil dihinggapi sejuta kebencian...Trima kasih.................1000x^.^
Label:
opini
# Kataan,,,,"KITA BERBEDA....!!!" :) ;)
>>Dipersembahkan u/ smua pihak yg telah ataupun mau dngn senang hati mengubah format pikirannya ke dalam bahasa yg disebut orang dengan "POSITIF THINKING.
Apel boleh sama-sama apel, jeruk boleh sama-sama jeruk, tapi apakah sama yang segar dan yg busuk??? Orang waras tentu akan menjawab "berbeda". Apa yg membedakan? Jika kita tdk sedang mengalami masalah dgn sebagian indera, tentu kita dapat menjawabnya dengan WARAS juga. Hidung, lidah, mata, dan kulit kita otomatis tidak dapat berlagak seperti pinokio lalu memanipulasi reaksi yg seharusnya diutarakan dgn jujur. Aroma, rasa, warna, dan efek sentuhan-pun jelas akan berbeda diantara keduanya.
Berdasarkan pesan balasan dari indera kita, mana yg akan dipilih? Apel matang atau apel busuk? Anak kecil, polos yang belum kenal berbohong, 99,99% akan memilih apel matang. Kenapa? karena itulah yg enak dilihat, nikmat di lidah dan nyaman di perut. Namun, terkadang tidak kita sadari internalitas dari apel itu sendiri. Bila kita cermat dan tidak menanggalkan aspek PIKIRAN kita pada keterbukaan penilaian, tentu dapat menghasilkan pemahaman yg lebih atas keadaan dari kedua apel tersebut.
Apel yg disukai bnyk orng itu, yg enak rasanya, bagus warnanya, tentu dapat berbangga hati atas keadaan yg melekat padanya. Namun, tidak selayaknya merendahkan dan mengecap bhwa keunggulan 100% berada padanya. Kenapa? karena sesungguhnya bila kita mampu menggiring pikiran kita ke arah positif, tidak dapat mutlak dikatakan bhwa dia lebih baik dari apel yg bsuk. Apa yg dialami oleh kedua apel itu tentu saja berbeda. Apel matang itu misalnya, akan termakan sebelum dia b'hasil mengalami peristiwa pembusukan seperti yg dialami oleh apel yg kedua. Dia tidak akan merasakan penguraian zat2 makanan o/ bakteri yg ada di tanah ketika terjatuh nanti, tentu saja dia tidak mengalami peristiwa yg dinobatkan sebagai PENGALAMAN lebih dari si Apel busuk.
Sama dgn kita si makhluk berotak, makhluk yg seharusny dapat memanfaatkan pikiranny u/ sesuatu yg seyogyanya membutuhkan PEMIKIRAN. Apa yg patut disombongkan dari kita jika apa yg orng lain dapatkan sesungguhnya jauh lebih berharga dari apa yg kita punya? Apa yg patut disombongkan dari elemen2 yg kita sebut sebagai KELEBIHAN jika pada celah2 kekurangan orng lain jauh lebih besar manfaatnya u/ sesama. Jangan pula menyimpulkan bhwa kita lebih hebat dgn partikel2 besar yg tampak scra kasat mata, yang wah jika dipandang orang, yang dapat meninggikan drajat kita di depan MANUSIA yg sesungguhnya BUTA. Padahal, lebih bnyak partikel2 halus yg dmiliki orng lain dalam hidupnya. Partikel2 yg jauh lebih berharga dalam jejak langkah kita, YANG SESUNGGUHNYA jauh lebih ditinggikan manusia yg benar2 mau berfikir dan menggunakan mata hatinya. ya. . .itulah PENGALAMAN BERHARGA.
U/ pihak2 yg merasa belum m'peroleh apa yg diusahakannya, bukalah penerimaan pada apa yg telah didapatkan dalam prosesnya. Sambutlah lembar demi lembar tantangan yg lebih penting dari sekedar hasil akhir karena tidak ada rumus pasti dlm dunia ini. Yang ada hanya kesepakatan bhwa AKIBAT adalah RESULT dari SEBAB. Ber'POSITIF THINKING'lah pada apa yg seharusny disyukuri dan dibingkai dalam PENGALAMAN BERHARGA, tak ternilai dgn ukuran2 yg hanya akan menjadikanny sama dgn partikel2 kasat mata yg biasa.
Ya, ,yg terpenting adalah niat dan aplikasiny u/ terus menggunakan detik perdetik waktu yg ada dgn halc yg dapat menggembirakan scra sistemik. Baik itu diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun lingkungan alam. Entah itu dapat terwjud hari ini, esok atau nanti. Jika pelecehan datang dari para pengacau, tetaplah lebarkan senyuman dan katakan, "KITA BERBEDA"^.^, , ,tak ada generalisir untuk satu hal ini. . .=)
Label:
motivasi
Langganan:
Komentar (Atom)







