Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari...
Sabtu, 19 Maret 2011
# Bisakah sama???
Keinginan, jelmaan dari konflik bathin dalam mempertentangkan ambisi perasaan dan kejernihan pikiran. Masih belum mengerti apa ini akan menjadi sebuah kebaikan? atau sesungguhnya ini telah sampai pada tepi itu? Selamatkan, tetapkan aku pada arah dan tempat yang semestinya. Kejelasan dan kestabilan. Tidak mau aku seperti elektron dalam teori atom bohr, pindah lintasan, keluar, tereksitasi.
CINTA, nonrivalry, non excludable!! kenapa? karena kita SEMUA adalah pemiliknya. Adalah sebuah hak, menciptakan rongga dalam nurani, sebuah tempat yang akan menjadi titik kebahagiaan. SEHARUSNYA! Lalu mana? Apakah hukumnya akan sama ketika rongga itu hanya terbentuk disini (dan kosong)? Tidak, saling mengisi adalah syarat mutlak. Bisakah, kamu pun membuat rongga disitu dan kita dapat saling berkunjung kelak? perlukah aku meminta? ahhh…percuma, sepertinya ketidaksamaan adalah kondisinya sekarang. Menyamakan itu bukan kapabilitas aku, sungguh. Seperti berada pada sebuah ruang sempit, pengap, sesak, tidak tahu harus berlaku apa agar yang bernama keinginan ini terwujud. Sebuah harapan, kamu memintaku beranjak, menggengam tanganku, dan mengajakku pergi. Entah kemana, tidak disini.
Bisakah sama, atau minimal kita menyamakan inginku dan milikmu serta milikku dan inginmu? Atau sederhananya kita membuat visi bersama? Merekap catatan kita masing-masing yang berbunyi, “aku ingin ini…aku ingin itu…,” lalu mengkonsolidasikannya menjadi “kita ingin begini…”???. Kemudian, membuat sebuah perencanaan, parameter-parameter yang dapat mengarahkan kita untuk berkata, “inilah yang harus kita capai, nanti.” Merumuskan sebuah perhitungan matematis, memilih variabel-variabel yang relevan, lalu mendiskusikan hasil perhitungannya untuk kemudian menyimpulkan arah dan ruang gerak kita kedepan. Bersama? Karena tidak mustahil bila satu sama lain adalah lebih profesional dalam hal tertentu. Disini perlunya sinergi, berjuang bersama, mendekati sebuah keadaan ideal menurut kita. Kemudian, saling mempercayakan tentang segala pertangungjawaban fisik maupun nonfisik.. Ahhh…MIMPI!!! itu hanya ada di benakku. Percuma…
Tidak bisa, tidak akan pernah bisa aku menetapkan keinginanmu menjadi sama denganku. Karena kita sama-sama manusia. Terbatas, dengan isi kepala dan perasaan kita masing-masing. Berharap, tiba-tiba ada yang membangunkan jembatan penghubung di antaranya. Atau setidaknya, aku tau dimana bisa kujumpai burung atau sejenisnya yang mau sejenak meminjamkan sayapnya. Terbang, ke arahmu lalu segera mempelajari tentang sinkronisasi aku dan kamu. Susah juga? Menyerah? Bukan…!!! Tepatnya, aku tidak mau menjadi egois. Tuhan yang tau tentang kebutuhan yang sesungguhnya. Sedih,…memang, disitulah Tuhan menciptakan pembelajaran untuk mencapai kebahagiaan.
Sekarang, hanya ingin bersama orang-orang yang bisa menjadi penuntun, meyakinkanku bahwa selalu ada cara untuk bahagia. Ya, SELALU!!! Ya, yang ada cuma aku dan keinginanku saja, kamu tahu tentang ini seharusnya, dan ini percuma! Tidak ada keselarasan itu, ajarkan aku untuk tetap bisa tersenyum dan memandang ke arah yang berbeda. Mendapati kebahagiaan-kebahagiaan lain, tanpa kamu, tanpa kita, tanpa mimpi.
Label:
curhatan
Minggu, 06 Maret 2011
# Ini itu NYATA...
Aku Tanya sejak kapan? Sejak kapan kamu ada disini? Berani membentuk origami-origami.,,,beraneka warna dan rupa. Cepat, meradang. Sadar? Banyak kemungkinan terjadi disini. Mungkin, bentuk itu akan tetap sama..INDAH, tapi warnanya pun kusam nanti, berdebu. Kenapa? karena kau bersahabat dengan khilaf itu. MENGABAIKAN. Atau mungkin, rentang ini, kau tengah bermain di bawah sadar. Terlampau jauh. Pernah berfikir? sekeras apa kau berusaha mengembalikannya lagi, nanti, lipatan itu membekas disini. Semula seperti apa? Hebat seperti apa kamu?!!
Sebenarnya, semacam bermain rubik saja ini. mana sisimu, merah, biru, kuning, hijau, putih, orange??? Berusaha, susah aku berfikir, bisa berimpitan dengan sisimu, tapi tidak, tidak dengan tiga sisi yang lain. Bagaimana bisa? Selalu hadir sisi-sisi yang lain. Tidakah bisa kamu hanya menjadi sebuah garis lurus lalu kemudian aku tambahkan satu garis. Ya, cukup dua garis yang membentuk satu sudut. AKU dan KAMU.
Entahlah, terlalu bodoh atau bagaimana kamu. Terbentuk ini disini, di hatiku. Perasaan berbeda (NYATA). Berhasil, bekerja dgn baik feromon itu dari arahmu. Sengajakah? Tidak? Kamu yang tau!
Harusnya, kamu paham, ini SESAK!!! Menyimpan sesuatu yang aku ingin kamu memahaminya. Berjuang, keras aku memberikan sengatan-sengatan, pertanda, untuk apa? Agar kamu tau hatiku. Apa hasilnya? NIHIL. Kamu memang bodoh, atau pura-pura? JAHAT kamu! Mungkin, lebih tepatnya aku yang bodoh. Menyukai lebih dulu itu beresiko. Ya, harusnya, tidak pernah ada semua ini. Harusnya, aku paham terlalu banyak ketidakpastian dalam sikapmu. Aku telah keliru mengartikannya. Harusnya, harusnya, harusnya…lalu bagaimana sekarang??? Kembali, tolong, bantu aku kembali ke waktu dimana kenetralan itu ada.
Pergi, lelah juga aku dengan perasaan – perasaan diferensial. Cemburu, terabaikan, ingin didahulukan, merasa memiliki, ahhhh…SIAPA AKU??? Bila kamu saja tak perduli dengan ini. Tidak tau mauku. Tidak tau harus bagaimana aku. Akan membaik bila kamu tau? Setidaknya, satu hal akan pergi “KETIDAKPASTIAN”.
Label:
curhatan
Langganan:
Komentar (Atom)



